Sabtu, 03 Januari 2026

Pembahasan tentang SPLITTER RATIO

Latar belakang: satu minggu kemarin saya belajar tentang splitter ratio oleh karena itu saya akan menjelaskan materi tentang splitter ratio

Pembahasan: Splitter ratio adalah perbandingan antara jumlah input dengan jumlah output pada perangkat passive splitter. Karena bersifat pasif, alat ini tidak membutuhkan listrik. Ia bekerja murni dengan membagi intensitas cahaya (sinyal data) ke beberapa jalur.

Berikut adalah ilustrasi bagaimana splitter bekerja:



Semakin besar angka pembaginya (output), maka semakin banyak rumah yang bisa dilayani oleh satu kabel pusat, namun daya sinyalnya akan semakin terbagi dan melemah.

Tabel Perbandingan Redaman (Loss) Sinyal
Hal terpenting dalam memilih rasio splitter adalah menghitung Loss atau redaman. Satuan yang digunakan adalah dB (decibel). Berikut adalah estimasi redaman standar untuk tipe PLC (Planar Lightwave Circuit) Splitter:

Rasio Splitter Jumlah Output Redaman Teoritis Redaman Aktual (Rata-rata)
1:2     2     Pelanggan 3.01 dB ± 3.7 dB
1:4     4     Pelanggan 6.02 dB ± 7.2 dB
1:8     8     Pelanggan 9.03 dB ± 10.5 dB
1:16  16    Pelanggan 12.04 dB ± 14.1 dB


Prinsip Dasar: Setiap kali jumlah output dikali dua (misal dari 1:4 ke 1:8), redaman akan bertambah sekitar 3 dB.

Kapan Harus Menggunakan Rasio Tertentu?
Pemilihan rasio sangat bergantung pada desain jaringan dan kepadatan penduduk di area tersebut:

Rasio Rendah (1:2 atau 1:4):

Cocok untuk area pedesaan atau lokasi dengan jarak antar rumah yang sangat jauh.

Digunakan sebagai "Splitter Tingkat 1" dalam konfigurasi cascading (bertingkat).

Rasio Menengah (1:8):

Rasio paling populer dan "aman" untuk menjaga kualitas sinyal tetap stabil.

Banyak digunakan pada box ODP (Optical Distribution Point) di tiang-tiang jalan.

Ilustrasi ODP dengan splitter 1:8:

Rasio Tinggi (1:16, 1:32, hingga 1:64):

Digunakan di area padat penduduk seperti apartemen atau perumahan rapat.

Risiko: Jika redaman dari pusat sudah tinggi, penggunaan splitter 1:32 bisa menyebabkan sinyal di sisi pelanggan menjadi "Loss" (di bawah -27 dBm).

Tips Penting bagi Teknisi Jaringan
Hitung Link Power Budget: Pastikan total redaman (dari kabel, sambungan/splicing, konektor, dan splitter) tidak melebihi sensitivitas perangkat ONU/ONT pelanggan.

Gunakan PLC Splitter: Untuk distribusi yang lebih seragam dan stabil, selalu pilih tipe PLC dibandingkan tipe FBT (Fused Biconical Taper) untuk rasio di atas 1:4.

Kebersihan Konektor: Redaman splitter sudah cukup besar, jangan ditambah dengan konektor yang kotor karena debu bisa menambah redaman hingga 2-3 dB secara instan.

Contoh konektor yang bersih dan kotor:

Referensi: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FUNGI ONT (Optical Network Terminal)

 Latar belakang : minggu lalu saya memasang ONT pada rumah warga sebagai pemancar sinyal oleh karena saya akan menjelakan apa itu fungsi ONT...